.

Saturday, 4 August 2012

Evidence Based dalam Kebidanan

Banyak sekali mitos-mitos yang berhungungan dengan kehamilan, inilah diantaranya:

No
Rutinitas
Evidence based
Alasan
1



Minum susu kedelai saat hamil dapat membuat bayi menjadi putih.

Susu kedelai sangat bagus untuk ibu yang sedang hamil karena mengandung protein yang sangat tinggi dan juga mengandung asam folat yang di butuhkan oleh ibu hamil dan perkembangan janin.
warna kulit seseorang dipengaruhi oleh factor genetic ayah – ibunya, bukan dari susu kedelai.

2
Minum air es akan menyebabkan bayi besar.
Es tidak mengandung kalori ( 0 kal ), jadi tidak akan membuat bayi dalam kandungan menjadi besar.
Bayi besar biasanya berhubungan dengan ibu hamil yang mempunyai penyakit kencing manis. Jadi mungkin es ini diminum oleh ibu hamil yang memang dengan riwayat penyakit kencing manis. Jadi bukan minum es lalu menyebabkan bayi besar karena air es akan dikeluarkan oleh tubuh sebagai keringat atau air seni. Namun orang cenderung meminum es yang dicampur dengan teh manis, sirup, susu manis, dan segala campuran yang mengandung gula. Kandungan gula itulah yang akan membuat berat badan bayi bertambah, begitu pula dengan ibunya. Air es tanpa campuran gula, tidak akan membuat bayi menjadi besar.
 
3




Makan jeruk terlalu sering akan meningkatkan lendir pada paru bayi dan resiko kuning saat bayi lahir.
vit C   mengandung Antioksidan sebagai penangkal radikal bebas, vitamin c juga dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh , sehingga daya tahan tubuh lebih terjaga
Jeruk sumber vitamin C dan kaya akan serat yang baik untuk menghilangkan sembelit pada ibu hamil
4




Makanan pedas akan menyebabkan bayi lahir dengan bercak kulit kemerahan atau berkulit lebih gelap


Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan kebenaran dari mitos tersebut. Hal yang sebenarnya terjadi adalah makanan pedas terkadang menyebabkan iritasi atau diare pada ibu hamil. Jika terjadi diare, maka ibu hamil berisiko mengalami dehidrasi yang dapat memicu timbulnya kontraksi.
warna kulit seseorang tidak ditentukan oleh makanan pedas, tapi factor genetic dari orang tuanya. Dan faktanya bahwa makan makanan pedas saat hamil, membuat rasa tak enak diperut apalagi bila anda sedang mual, jadi bukan karena menyebabkan bercak kemerahan pada kulit.  Mungkin memang bayi mengalami infeksi saat di dalam rahim atau di jalan lahir, sehingga timbul bercak-bercak pada kulitnya
5
Jadi gampang pikun kalau mengandung janin perempuan
Penelitian di Kanada menunjukkan para ibu yang mengandung janin laki-laki memiliki nilai tes yang lebih baik secara bermakna dibanding para ibu yang mengandung janin perempuan dalam tes daya ingat, berhitung, dan visualisasi. Para peneliti menduga ini karena faktor bawaan janin yang belum diketahui yang mempengaruhi kemampuan kognisi ibu
secara ilmiah bisa diuraikan bahwa pada kondisi hamil terjadi perubahan sistem sirkulasi darah, dimana untuk mencukupi kebutuhan darah terjadi pengenceran darah sehingga pada kondisi hamil kadar hemoglobin turun.Secara tak langsung asupan oksigen juga menurun dan hal inilah yang menyebabkan gangguan ingat secara tidak langsung. Beberapa hari lalu dimedia, sempat dibahas nih, ternyata ada suatu penelitian yang mengatakan, tidak ada bedanya kognisi ibu hamil dan tidak hamil
6




Minum minuman bersoda menyebabkan gangguan kehamilan



Minuman bersoda merupakan minuman dengan nilai kalori yang cukup tinggi tetapi kosong nutrisinya
Minuman bersoda memang tidak baik untuk kesehatan, apalagi bagi ibu hamil. Minuman bersoda merupakan minuman dengan nilai kalori yang cukup tinggi tetapi kosong nutrisinya, dan dapat merangsang lambung bagi para penderita maag, terutama apabila diminum saat lambung kosong.
7



pantangan makan ikan asin, ikan laut, udang karena dapat menyebabkan ASI menjadi amis
dipandang secara medis, tidak ada kaitan antara ikan laut dengan amisnya ASI. Justru  ikan laut merupakan salah satu sumber gizi penting bagi peningkatan ASI. Entah ASI itu berbau amis atau tidak tetap harus diberikan begitu bayi lahir hingga bayi berusia minimal 4 bulan. Karena ASI merupakan makanan bergizi tinggi  yang sulit  ditandingi oleh makanan apapun.


Memang ada ikan tertentu yang tidak boleh  di makan oleh ibu selama hamil. Namun hanya bagi mereka yang mempunyai  riwayat penyakit tertentu, yang bila makan ikan tersebut  akan mengalami kambuh atau memperberat kondisi penyakitnya. Misalnya ibu hamil  yang menderita hipertensi, tentu selama hamil dilarang  makan ikan asin, sebab kadar garamnya cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah yang tinggi dapat berdampak kurang  baik terhadap  keselamatan bayi dalam kandungan.
8


Tidak boleh menutup lobang, bisa mempersulit persalinan nanti
proses persalinan tergantung pada 3P (power, passage, passanger).
Sulitnya persalinan tentu saja bukan ditentukan hal itu. Proses persalinan bisa berjalan lancar jika ketiga komponen tersebut dalam kondisi baik. Ukuran bayi (passanger) tak terlalu besar agar bisa melalui jalan lahir (passage). Didukung oleh konstraksi (power) yang teratur dan efektif sehingga mampu membuka jalan lahir
9
pantang membunuh makluk hidup spt ayam, ikan, dll dpt mempengaruhi fisik janin
Jika dipandang dari ilmu genetika, kepercayaan seperti itu kurang tepat, membunuh binatang ketika  ibu sedang hamil  tidak mempunyai resiko apapun terhadap kesehatan bayi dalam kandungan.
Asalkan ketika melakukannya  mental ibu dalam kondisi sehat. Jangan pikirkan akibat negatif setiap perbuatan yang dilakukan, namun berpikirlah  secara positif. Karena bila setelah membunuh binatang, lalu dibayangi kecemasan yang berlebihan, suatu saat hal yang ditakutkan itu bisa saja sungguh-sungguh terjadi.
10



Jangan makan daging mentah (sushi) atau yang dimasak kurang matang



daging mentah (sushi) atau yang dimasak kurang matang, karena mengandungi Toksoplasmosis.
daging mentah (sushi) atau yang dimasak kurang matang, karena mengandungi Toksoplasmosis, yaitu sebuah parasit yang dapat menyebabkan infeksi serius pada janin  dan juga E.coli, yang berbahaya bagi ibu hamil dan janin

11












Minum air kelapa saat hamil memperlancar persalinan

Badan Pangan Dunia PBB (FAO - Food & Agriculture Organization) mengakui bahwa khasiat air kelapa muda sebagai penghilang dahaga kaya zat elektrolit alami. Zat elektrolit dan gizinya lebih dari sekadar minuman olahraga penghilang dahaga produksi pabrik. Disebutkan dalam situs resmi FAO bahwa air kelapa muda itu alami, lezat, serta kaya garam, gula, dan vitamin yang dibutuhkan atlet kelas Olimpiade maupun para amatir. Bahkan badan PBB ini telah mematenkan air kelapa muda yang berkhasiat itu
Kenyataannya, air kelapa muda tak menyebabkan jalan lahir jadi licin atau membuka lebar. Namun demikian  kepercayaan ibu hamil untuk  sering minum air kelapa muda ini juga tidak mengandung unsur negatif,  karena air kelapa muda memang bersih, sepanjang belum tercemar kuman.
Boleh jadi anggapan ini menjadi manjur karena kepercayaan ibu hamil yang kuat terhadap keampuhan air kelapa muda. Semacam sugesti yang memberikan dorongan sehingga secara psikologis ibu hamil siap menghadapi persalinan. Kesiapan psikologis inilah yang  mempengaruhi lancar tidaknya proses persalinan. Bila secara mental ibu siap menghadapi persalinan, maka proses persalinan akan berjalan lancar. Sebaliknya, bila secara mental ibu tidak siap, ragu-ragu akan khasiat air kelapa muda tersebut, meski setiap hari minum air kelapa muda, tidak akan ada manfaatnya.
12



Membatasi hubungan seksual untuk mencegah abortus dan kelahiran premature

Menurut ahli andrologi dan seksologi, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, hubungan seksual selama hamil tetap boleh dilakukan. "Tapi, pada tiga bulan pertama kehamilan, sebaiknya frekuensi hubungan seksual tak dilakukan sesering seperti biasanya, sebaiknya juga lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan seksual pada saat tiga bulan menjelang waktu melahirkan.
Hubungan intim akan meningkatkan kontraksi otot-otot rahing sehingga resiko keguguran atu janin lahir prematur akan meningkat. Selain itu si ibu juga mengalami resiko perdarahan. Pasalnya, jika hubungan seksual dipaksakan pada masa tiga bulan pertama usia kehamilan, dikhawatirkan bisa terjadi keguguran spontan dan  pada saat tiga bulan menjelang waktu melahirkan. Sebab, menurut Wimpie, dikhawatirkan terjadi kelahiran dini.
13

Pemberian kalsium untuk mencegah kram pada kaki
Bagian tubuh tersebut agak membengkak sedikit karena menyimpan cairan. Akibatnya syaraf jadi tertekan. Tekanan ini terasa sakit seperti ditusuk-tusuk jarum. Sehingga tangan dan kaki tidak merasakan apa-apa dan ototnya jadi lemah. Penyebabnya diperkirakan karena hormon kehamilan, kekurangan kalsium, kelelahan, tekanan rahim pada otot, kurang bergerak sehingga sirkulasi darah tidak lancar
Kram pada kaki bukan semata-mata disebabkan oleh kekurangan kalsium,yang harus dilakukan adalah melemaskan seluruh tubuh terutama bagian tubuh yang kram
14








Ibu hamil dilarang melilitkan handuk di leher agar anak yang dikandungnya tak terlilit tali pusat






seperti diterangkan dr. Judi, hiperaktivitas gerakan bayi, diduga dapat menyebabkan lilitan tali pusat karena ibunya terlalu aktif. Jadi, tak heran bila ada anjuran agar ibu hamil sudah mengambil cuti sebulan menjelang persalinan. Diharapkan ibu tak terlalu lelah, agar hal-hal yang tak diharapkan tak terjadi menjelang persalinan. Dan bisa mempersiapkan segala keperluan untuk bayi dan ibu sendiri.
Ini pun jelas mengada-ada karena tak ada kaitan antara handuk di leher dengan bayi yang berada di rahim.
15






Wanita hamil dianjurkan minum minyak kelapa (satu sendok makan per hari) menjelang kelahiran



Penjelasan secara medis, Semua unsur makanan akan dipecah dalam usus halus menjadi asam amino, glukosa, asam lemak, dan lain-lain agar mudah diserap oleh usus, dan akan dikeluarkan sisa berupa faces melalui anus
Ini pun jelas mengada-ada karena tak ada kaitan antara memperlancar persalinan dengan minyak kelapa. Yang mempengaruhi lancar tidaknya kelahiran adalah ukuran panggul, berat bayi, dan pecah atau belumnya air ketuban. Bagi ibu hamil yang tetap ingin mengkonsumsi semacam virgin coconut oil (VCO) tidak dilarang, tapi jangan terlalu berharap bahwa lahirnya bayi pasti akan lancer dan cepat.
16
Ibu hamil tidak boleh makan pisang, nanas, dan mentimun karena menyebabkan keputihan
Konsumsi pisang, nanas, dan mentimun justru disarankan karena kaya akan viatamin C dan serat yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan melancarkan proses pembuangan sisa-sisa pencernaan.
Adapun keputihan tidak selalu membahayakan, hamil maupun setelah melahirkan, adalah normal jika ibu mengalami keputihan. Kecuali juga keputihan terinfeksi oleh bakteri, jamur, dan virus yang biasanya ditandai dengan keluhan gatal, bau tidak sedap, dan warnanya kekuningan, kehijauankecoklatan

Hormon Replacement Therapy


A.    Latar Belakang
Menopause merupakan suatu kondisi dimana  seorang wanita tidak lagi mendapatkan haid yang disebabkan oleh menurunnya kadar estrogen. Ini adalah fase transisi besar bagi sebagian wanita yang menyangkut gejala fisik dan psikologis.Usia rata-rata menopause wanita adalah 51 tahun saat ini diperkirakan bahwa wanita akan melalui 1/3 akhir masa hidupnya pada saat atau pasca menopause.

Keluhan utama adalah berupa : “hot flash”, berkeringat malam hari, gangguan tidur, vagina kering ( yang menyebabkan dispareunia atau nyeri saat sanggama ), serangan infeksi jamur berulang, infeksi saluran kemih, gangguan daya ingat, depresi, gangguan perasaan ( mood swing ), sensitif, kesulitan dalam memusatkan perhatian dan penurunan hasrat seksual (libido).
      Untuk dapat mengatasi keluhan saat menopause, pasien menopause dapat menggunakan terapi pengganti hormon (Hormon Replacement Therapy), selain itu ada pula alternatif lain yang bisa dilakukan. Terapi hormonal pengganti adalah terapi kombinasi estrogen dan progestin yang dalam jangka pendek digunakan untuk mengurangi keluhan fisik dan psikologik dari menopause.
  
B. PENGERTIAN HORMON REPLACEMENT THERAPY
            Terapi penggantian hormon, Hormon Replacement Therapy (HRT) adalah suatu sistem pengobatan medis untuk operasi menopause, perimenopause dan tingkat yang lebih rendah postmenopause wanita. Hal ini didasarkan pada gagasan bahwa perawatan dapat mencegah ketidaknyamanan yang disebabkan oleh sirkulasi berkurang estrogen dan progesteron hormon . Ini melibatkan penggunaan satu atau lebih suatu kelompok obat yang dirancang untuk meningkatkan kadar hormon buatan. Jenis utama dari hormon estrogen yang terlibat, progesteron atau progestin , dan kadang-kadang testosteron . Hal ini sering disebut sebagai "pengobatan" daripada terapi. Terapi hormonal pengganti merupakan  terapi kombinasi estrogen dan progestin yang dalam jangka pendek digunakan untuk mengurangi keluhan fisik dan psikologik dari menopause.
Penggunaan terapi hormonal pengganti jangka panjang dilakukan atas dasar anggapan bahwa tindakan itu dapat mencegah penyakit jantung dan osteoporosis.  Pada kenyataannya, hasil penelitian terakhir yang dilakukan dengan rancang penelitian yang baik memperlihatkan bukti bahwa bahwa penggunaan kombinasi estrogen dan progestin secara bermakna dapat meningkatkan resiko keganasan payudara, stroke dan serangan jantung. 

C. PENGGUNAAN DAN CARA KERJA HRT
Menggunakan terapi hormon pengganti atau tidak merupakan hal yang kontroversial. Masih terlihat masih banyaknya praktisi medis yang merekomendasikan pemberian terapi hormon pengganti. Pada umumnya terapi hormon pengganti diberikan pada mereka yang tidak menderita karsinoma payudara atau kondisi lain yang merupakan kontra indikasi pemberian terapi hormon pengganti seperti misalnya gangguan pembekuan darah, karsinoma endometrium, karsinoma ovarium mengingat bahwa masih banyaknya penderita penyakit jantung dan osteoporosis.

a. Penggunaan pada wanita yang menderita Hipertensi
Secara umum, hipertensi bukanlah kontraindikasi terhadap pemakaian HRT. Para ahli telah memahami bahwa memang tekanan darah akan meningkat pada saat ovulasi karena adanya kadar estrogen yang meningkat.
Pada wanita dengan hipertensi yang terkontrol, HRT masih dapat diberikan. Sedangkan bagi pasien dengan tekanan darah yang sudah tinggi sebelum menggunakan HRT, harus menjalani perawatan guna penurunan tekanan darah terlebih dahulu. Setelah tekanan darah berhasil diturunkan dan menjadi stabil dan terkontrol, HRT dapat mulai diberikan. Pasien dengan tekanan darah di atas 160/95 atau 160/100 mmHg, memang merupakan kondisi yang terlalu tinggi untuk memulai atau meneruskan HRT. Pada keadaan ini, pengobatan antihipertensi perlu diberikan dahulu pada pasien. Wanita dengan sejarah keluarga menderita hipertensi dapat menerima HRT. Karena pada wanita ini menggunakan atau tidak menggunakan HRT, kemungkinan terjadi hipertensi tetap tinggi.

b. Penggunaan pada wanita yang menderita Diabetes
Sesungguhnya tidak akan ada alasan kuat bahwa wanita yang menderita diabetes tidak dapat menerima HRT. Hanya saja, pasien harus dimonitor secara lebih ketat dibandingkan pada pengguna yang tidak menderita diabetes. Beberapa studi bahkan memperlihatkan penambahan estrogen pada wanita menopause yang menderita diabetes memberikan efek perlindungan terhadap jantung. Estrogen juga dapat memperbaiki perubahan metabolik yang diasosiasikan dengan diabetes. Pada penelitian terhadap wanita penderita diabetes yang tidak tergantung pada insulin, penambahan estrogen ternyata memperbaiki parameter metabolik glukosa, termasuk resistensi terhadap insulin.

c. Penggunaan pada wanita dengan penyakit hati
Wanita yang menderita penyakit hati ringan atau hanya mengalami sedikit peningkatan fungsi hati; atau yang pernah menderita penyakit hati namun telah sembuh total, dapat menggunakan HRT selama dilakukan dengan pengawasan ketat. Dianjurkan untuk memeriksa fungsi hati 1 bulan setelah menggunakan HRT dan setiap 6 bulan berikutnya. Pada penderita penyakit hati berat, HRT tidak dapat digunakan karena estrogen di metabolisme di hati.

d. Penggunaan pada wanita yang menderita fibroid atau myom
Wanita dengan fibroid yang kecil dan tidak menimbulkan keluhan, tetap dapat menggunakan HRT. Namun, bagi mereka disarankan untuk melakukan pemeriksaan panggul setahun sekali untuk melihat perkembangan fibroidnya. Pada penelitian, di mana wanita penderita fibroid menggunakan HRT selama 3 tahun, terjadi peningkatan ukuran fibroid sampai tahun ke 2, setelah itu terjadi penurunan ukuran fibroid. Secara klinis peningkatan volume fibroid pada penelitian ini sesungguhnya tidak perlu ditakutkan karena peningkatannya hanya kecil. Akan tetapi, bagi penderita fibroid yang menggunakan HRT kemudian ternyata fibroid-nya membesar, mengalami perdarahan, dianjurkan untuk menghentikan penggunaan HRT-nya.

e. Penggunaan pada wanita dengan sejarah kanker serviks
Tidak ada bukti bahwa kejadian kanker serviks akan meningkat dengan HRT.

f. Penggunaan pada wanita yang mempunyai resiko menderita kanker payudara
   Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pemakaian jangka panjang bagi pengguna HRT dapat sedikit meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Tetapi resiko-nya lebih kecil bila dibandingkan wanita menopause yang obesitas atau mengkonsumsi alkohol setiap hari.
Berdasarkan penelitian, wanita yang terserang kanker payudara ketika sedang menggunakan HRT, mempunyai resiko kematian yang lebih kecil karena dapat terdeteksi lebih dini dan mempercepat pertumbuhan tumor yang sudah ada sehingga sel-sel kanker-nya kurang agresif.

HRT tersedia dalam berbagai bentuk. Hal ini biasanya menyediakan dosis rendah satu atau lebih estrogen, dan sering juga menyediakan baik progesteron atau analog kimia, yang disebut progestin. Testosteron juga dapat dimasukkan. Pada wanita yang telah mengalami histerektomi , suatu senyawa estrogen biasanya diberikan tanpa progesteron apapun, terapi yang disebut sebagai "terapi estrogen terlindung". HRT dapat disampaikan ke tubuh melalui patch, tablet, krim, troches, IUD , cincin vagina , gel atau, lebih jarang, dengan suntikan. Dosis sering bervariasi siklis, dengan estrogen diambil harian dan progesteron atau progestin diambil selama sekitar dua minggu setiap bulan atau dua metode yang disebut "berurutan gabungan HRT" atau scHRT. Sebuah metode alternatif, dosis konstan dengan kedua jenis hormon diminum setiap hari, disebut "HRT gabungan terus menerus" atau ccHRT, dan merupakan inovasi yang lebih baru. Terkadang sebuah androgen , umumnya testosteron, ditambahkan untuk mengobati berkurang libido . Ini juga mungkin memperlakukan energi dan membantu mengurangi osteoporosis setelah menopause.
Dalam menimbang pro dan kontra perlu direnungkan bahwa meskipun terdapat kenaikan kejadian keganasan payudara akan tetapi penyakit jantung masih merupakan pembunuh wanita nomer satu

D. MANFAAT HRT

Terapi penggantian hormon, salah satu perawatan yang paling sering diresepkan di Amerika Serikat, dirancang untuk menggantikan hormon estrogen yang proses penuaan alami. Peneliti mengembangkan konsep terapi hormon pengganti pada pertengahan tahun 1960-an. HRT telah terbukti untuk meredakan gejala menopause dan melindungi terhadap resiko kesehatan yang berhubungan dengan menopause.
Obat Evista (raloxifene) adalah modulator reseptor estrogen selektif banyak digunakan untuk mencegah dan mengobati osteoporosis. Meskipun tidak estrogen atau hormon, itu memiliki beberapa sifat seperti estrogen, yang paling penting yang adalah kemampuannya untuk mengurangi kehilangan tulang dan meningkatkan kepadatan tulang (sehingga mencegah dan / atau meminimalkan osteoporosis). Ini tidak mempengaruhi payudara dan rahim estrogen tidak jalan, sehingga tidak menyebabkan kanker dari organ-organ, nyeri payudara, atau perdarahan vagina. Di sisi lain tidak meredakan gejala menopause, seperti hot flashes, baik.
Terapi hormon progesteron memang biasa diberikan untuk wanita yang mengalami keluhan amenore. Memang terapi hormon itu dianggap aman karena pasien akan selalu dipantau perkembangannya oleh Dokternya. Walau demikian, bukan berarti tidak akan ada efek samping dari pemberian hormon. Adapun efek samping dari pemberian progesteron, antara lain nafsu makan meningkat, berat badan bertambah, cepat lelah, depresi, libido berkurang, jerawat, lama haid berkurang, nyeri kepala, efek anabolik, perut kembung, sakit payudara, perubahan suasana hati dan jerawat. Kenyataannya, WHO sendiri tidak menganjurkan penggunaan terapi hormon dalam jangka waktu panjang.

E. RESIKO PENGGUNAAN HRT
PEREMPUAN yang melakukan terapi penggantian hormon atau hormone replacement therapy (HRT) sebelum masa menopuase (usia yang tak lagi mengalami haid) berisiko tinggi terkena kanker payudara. Peneliti dari Inggris mempublikasikan pernyataan itu dalam Journal on The National Cancer Institute baru-baru ini.
         Ilmuwan berasal dari Oxford University meneliti lebih dari  sejuta  perempuan   inggris. Hasilnya, perempuan yang menunggu lebih dari lima tahun untuk melakukan HRT berisiko lebih sedikit menderita kanker payudara. Bahkan, sebagian besar mereka tak menderita sama sekali. Tetapi, perempuan yang melakukan terapi saat memasuki menopause berisiko 43 persen lebih tinggi terkena penyakit tersebut.
Dr Valerie Beral mengatakan risiko itu terlihat pada berbagai jenis terapi hormonal, baik itu jangka pendek maupun panjang. Risiko itupun tak mengenal postur tubuh perempuan, entah mereka yang ramping ataupun kelebihan berat badan.
Temuan itu cocok dengan Women’s Health Initiative yang berbasis di AS. Sebelumnya, Women's Health Initiative menemukan perempuan yang melakukan HRT pada menopause memiliki risiko 41 persen lebih tinggi terkena kanker payudara. perhitungan itu dibandingkan dengan kaum hawa yang lebih memilih menunggu.
Risiko itu ternyata bisa menghilang. Penelitian lain menunjukkan bahwa tingkat kanker payudara turun secepat perempuan berhenti menggunakan HRT. Sebuah studi di Kanada menemukan tingkat kanker payudara di kalangan perempuan yang lebih tua turun 10 persen setelah tahun 2002.
Namun, peneliti dari Los Angeles BioMedical Research Institute, Rowan Chlebowski, menunjukkan kebalikannya terjadi pada penyakit jantung. Menurut doktor tersebut, perempuan yang melakukan HRT sebelum menopause justru berisiko rebdah terkena sakit jantung ketimbang wanita yang memulai terapi belakangan. Pendapat itu pun didukung Garnet Anderson dari Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson di Seattle.
Sebelum tahun 2002, dokter banyak meresepkan terapi penggantian hormon untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan osteoporosis. Dua penyakit itu kerap terjadi pada wanita yang telah melewati masa menopause.
Hasil studi WHI terapi penggantian hormon
Klinik praktek medis berubah dengan cepat dan secara dramatis dengan hasil dari dua paralel WHI penelitian HRT postmenopause. Sebelum studi jauh lebih kecil, dan juga banyak studi tentang perempuan yang electively mengambil hormon. Kelompok ini dipilih sendiri cenderung terdiri dari perempuan yang lebih sadar kesehatan, yang merupakan faktor yang mungkin dapat menjelaskan mengapa wanita cenderung lebih sehat dibanding rata-rata. Studi-studi WHI adalah besar pertama, double-blind , terkontrol plasebo klinis percobaan-HRT yang sehat, wanita postmenopause. The WHI estrogen-plus-progestin trial and trial estrogen sendiri berdua dihentikan lebih awal (pada bulan Juli 2002 dan Februari 2004) karena hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa risiko kesehatan dari kuda estrogen terkonjugasi dan progestin melebihi manfaat.
Laporan pertama pada progestin studi WHI estrogen-plus-berhenti keluar pada bulan Juli 2002. Ini diikuti lebih dari 16 000 wanita selama rata-rata 5,2 tahun, setengah dari yang mengambil plasebo , setengah lainnya mengambil PremPro, kombinasi dari progestin medroksiprogesteron asetat dan estrogen terkonjugasi kuda . Studi ini menemukan statistik signifikan kenaikan tingkat kanker payudara , penyakit jantung koroner , stroke dan emboli paru . Studi ini juga menemukan penurunan yang signifikan secara statistik pada tingkat patah tulang pinggul dan kanker kolorektal . "Setahun setelah studi itu dihentikan pada tahun 2002, sebuah artikel diterbitkan yang menunjukkan bahwa estrogen plus progestin juga meningkatkan risiko demensia." Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi HRT disajikan risiko yang melebihi diukur manfaatnya. Hasilnya hampir secara universal dilaporkan sebagai risiko dan masalah yang terkait dengan HRT secara umum, bukan dengan PremPro, kombinasi spesifik milik kuda estrogen konjugasi dan progestin dipelajari.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada kelompok PremPro studi bervariasi menurut umur dan tahun sejak onset menopause. Perempuan berusia 50 sampai 59 tahun menggunakan HRT menunjukkan kecenderungan kecil terhadap penurunan risiko penyakit jantung koroner, begitu pula wanita yang dalam waktu lima tahun dari onset menopause.
Hasil kardiovaskular buruk hanya dapat berlaku untuk dosis oral dengan progestin dan estrogen kuda di Prempro, sedangkan jenis lain HRT seperti topikal estradiol dan estriol mungkin tidak menghasilkan risiko yang sama. Hasil dari penelitian lain menunjukkan bahwa ketika estrogen diberikan secara oral, fungsi hati diubah dan risiko penggumpalan darah meningkat.
Hasil pendahuluan WHI pada tahun 2004 menemukan tren non-signifikan dalam klinis saja sidang-estrogen terhadap penurunan risiko kanker payudara  dan update 2006 menyimpulkan bahwa penggunaan-hanya HRT estrogen selama 7 tahun tidak meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita postmenopause yang telah mengalami histerektomi . Hasil dari estrogen sendiri percobaan WHI menunjukkan bahwa progestin digunakan dalam sidang estrogen-plus-progestin WHI meningkatkan risiko untuk kanker payudara di atas yang berhubungan dengan estrogen saja.
Setelah meningkat pembekuan ditemukan dalam hasil WHI pertama dilaporkan pada tahun 2002, sejumlah besar perempuan yang telah mengambil hak milik campuran estrogen dan progestin belajar kuda (Prempro) berhenti mengisi resep mereka. Jumlah resep Prempro penuh tiba-tiba dipotong hampir setengah. Sejumlah perempuan mulai mengambil alternatif untuk Prempro, seperti hormon bioidentik. Penurunan tajam pada tingkat kanker payudara diamati mengikuti perubahan, dan tetap stabil pada tahun-tahun berikutnya.
Temuan terbaru
Menurut presentasi 2007 dengan American Academy of Neurology pertemuan, terapi hormon diminum segera setelah menopause dapat membantu melindungi terhadap demensia, meskipun meningkatkan risiko penurunan mental pada wanita yang tidak mengambil obat sampai mereka lebih tua. risiko Demensia adalah 1% pada wanita yang memulai HRT awal, dan 1,7% pada wanita yang tidak, (wanita misalnya yang tidak bawa tampaknya memiliki-rata-rata-a 70% lebih tinggi risiko relatif demensia). Hal ini konsisten dengan penelitian bahwa terapi hormon meningkatkan dan perhatian proses eksekutif pada wanita postmenopause. [20] Hal ini juga didukung oleh penelitian pada monyet yang diberikan ovariectomies meniru pengaruh menopause dan kemudian terapi estrogen. Hal ini menunjukkan penggantian pengobatan dibandingkan monyet nontreated sudah jangka panjang meningkat prefrontal kemampuan eksekutif korteks pada tugas semacam kartu Wisconsin . [21]
Lain baru uji coba terkontrol secara acak menemukan HRT benar-benar dapat mencegah   perkembangan  penyakit jantung dan mengurangi kejadian serangan jantung pada
wanita antara 50 dan 59, tetapi tidak untuk wanita yang lebih tua. Mekanisme ini mungkin ada hubungannya dengan efek kontradiktif peningkatan kecenderungan untuk pembekuan, versus meningkatkan baik "baik" dan "buruk" kolesterol konsentrasi dalam darah (yang akan memiliki efek perlindungan). Tindak lanjuti penelitian sedang dilakukan yang dimaksudkan untuk mengkonfirmasi temuan ini. Peningkatan risiko kanker payudara tetap.
Dengan baik besar dirancang acak dikontrol persidangan baru-baru ini menunjukkan bahwa peningkatan risiko kanker payudara hanya berlaku untuk wanita-wanita yang mengambil analog progesteron (seperti yang dilakukan dalam WHI) tetapi bukan untuk orang progesteron mengambil sendiri.

Kontraindikasi HRT

kontraindikasi Relatif  HRT



Efek samping HRT
Gejala umum
Jarang gejala
DAFTAR PUSTAKA

http://www.indonesiaindonesia.com/f/13836-penggunaan-hormone-replacement-therapy/
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://en.wikipedia.org
http://www.pusatdunia.com/Pusat-Tips-Trik/kesehatan/terapi-penggantian-hormon-HRT-bisa-menyebabkan-kanker.html
http://juliuskurnia.wordpress.com/2008/04/23/terapi-hormon-untuk-wanita-menopause/