.

Saturday, 4 August 2012

Hormon Replacement Therapy


A.    Latar Belakang
Menopause merupakan suatu kondisi dimana  seorang wanita tidak lagi mendapatkan haid yang disebabkan oleh menurunnya kadar estrogen. Ini adalah fase transisi besar bagi sebagian wanita yang menyangkut gejala fisik dan psikologis.Usia rata-rata menopause wanita adalah 51 tahun saat ini diperkirakan bahwa wanita akan melalui 1/3 akhir masa hidupnya pada saat atau pasca menopause.

Keluhan utama adalah berupa : “hot flash”, berkeringat malam hari, gangguan tidur, vagina kering ( yang menyebabkan dispareunia atau nyeri saat sanggama ), serangan infeksi jamur berulang, infeksi saluran kemih, gangguan daya ingat, depresi, gangguan perasaan ( mood swing ), sensitif, kesulitan dalam memusatkan perhatian dan penurunan hasrat seksual (libido).
      Untuk dapat mengatasi keluhan saat menopause, pasien menopause dapat menggunakan terapi pengganti hormon (Hormon Replacement Therapy), selain itu ada pula alternatif lain yang bisa dilakukan. Terapi hormonal pengganti adalah terapi kombinasi estrogen dan progestin yang dalam jangka pendek digunakan untuk mengurangi keluhan fisik dan psikologik dari menopause.
  
B. PENGERTIAN HORMON REPLACEMENT THERAPY
            Terapi penggantian hormon, Hormon Replacement Therapy (HRT) adalah suatu sistem pengobatan medis untuk operasi menopause, perimenopause dan tingkat yang lebih rendah postmenopause wanita. Hal ini didasarkan pada gagasan bahwa perawatan dapat mencegah ketidaknyamanan yang disebabkan oleh sirkulasi berkurang estrogen dan progesteron hormon . Ini melibatkan penggunaan satu atau lebih suatu kelompok obat yang dirancang untuk meningkatkan kadar hormon buatan. Jenis utama dari hormon estrogen yang terlibat, progesteron atau progestin , dan kadang-kadang testosteron . Hal ini sering disebut sebagai "pengobatan" daripada terapi. Terapi hormonal pengganti merupakan  terapi kombinasi estrogen dan progestin yang dalam jangka pendek digunakan untuk mengurangi keluhan fisik dan psikologik dari menopause.
Penggunaan terapi hormonal pengganti jangka panjang dilakukan atas dasar anggapan bahwa tindakan itu dapat mencegah penyakit jantung dan osteoporosis.  Pada kenyataannya, hasil penelitian terakhir yang dilakukan dengan rancang penelitian yang baik memperlihatkan bukti bahwa bahwa penggunaan kombinasi estrogen dan progestin secara bermakna dapat meningkatkan resiko keganasan payudara, stroke dan serangan jantung. 

C. PENGGUNAAN DAN CARA KERJA HRT
Menggunakan terapi hormon pengganti atau tidak merupakan hal yang kontroversial. Masih terlihat masih banyaknya praktisi medis yang merekomendasikan pemberian terapi hormon pengganti. Pada umumnya terapi hormon pengganti diberikan pada mereka yang tidak menderita karsinoma payudara atau kondisi lain yang merupakan kontra indikasi pemberian terapi hormon pengganti seperti misalnya gangguan pembekuan darah, karsinoma endometrium, karsinoma ovarium mengingat bahwa masih banyaknya penderita penyakit jantung dan osteoporosis.

a. Penggunaan pada wanita yang menderita Hipertensi
Secara umum, hipertensi bukanlah kontraindikasi terhadap pemakaian HRT. Para ahli telah memahami bahwa memang tekanan darah akan meningkat pada saat ovulasi karena adanya kadar estrogen yang meningkat.
Pada wanita dengan hipertensi yang terkontrol, HRT masih dapat diberikan. Sedangkan bagi pasien dengan tekanan darah yang sudah tinggi sebelum menggunakan HRT, harus menjalani perawatan guna penurunan tekanan darah terlebih dahulu. Setelah tekanan darah berhasil diturunkan dan menjadi stabil dan terkontrol, HRT dapat mulai diberikan. Pasien dengan tekanan darah di atas 160/95 atau 160/100 mmHg, memang merupakan kondisi yang terlalu tinggi untuk memulai atau meneruskan HRT. Pada keadaan ini, pengobatan antihipertensi perlu diberikan dahulu pada pasien. Wanita dengan sejarah keluarga menderita hipertensi dapat menerima HRT. Karena pada wanita ini menggunakan atau tidak menggunakan HRT, kemungkinan terjadi hipertensi tetap tinggi.

b. Penggunaan pada wanita yang menderita Diabetes
Sesungguhnya tidak akan ada alasan kuat bahwa wanita yang menderita diabetes tidak dapat menerima HRT. Hanya saja, pasien harus dimonitor secara lebih ketat dibandingkan pada pengguna yang tidak menderita diabetes. Beberapa studi bahkan memperlihatkan penambahan estrogen pada wanita menopause yang menderita diabetes memberikan efek perlindungan terhadap jantung. Estrogen juga dapat memperbaiki perubahan metabolik yang diasosiasikan dengan diabetes. Pada penelitian terhadap wanita penderita diabetes yang tidak tergantung pada insulin, penambahan estrogen ternyata memperbaiki parameter metabolik glukosa, termasuk resistensi terhadap insulin.

c. Penggunaan pada wanita dengan penyakit hati
Wanita yang menderita penyakit hati ringan atau hanya mengalami sedikit peningkatan fungsi hati; atau yang pernah menderita penyakit hati namun telah sembuh total, dapat menggunakan HRT selama dilakukan dengan pengawasan ketat. Dianjurkan untuk memeriksa fungsi hati 1 bulan setelah menggunakan HRT dan setiap 6 bulan berikutnya. Pada penderita penyakit hati berat, HRT tidak dapat digunakan karena estrogen di metabolisme di hati.

d. Penggunaan pada wanita yang menderita fibroid atau myom
Wanita dengan fibroid yang kecil dan tidak menimbulkan keluhan, tetap dapat menggunakan HRT. Namun, bagi mereka disarankan untuk melakukan pemeriksaan panggul setahun sekali untuk melihat perkembangan fibroidnya. Pada penelitian, di mana wanita penderita fibroid menggunakan HRT selama 3 tahun, terjadi peningkatan ukuran fibroid sampai tahun ke 2, setelah itu terjadi penurunan ukuran fibroid. Secara klinis peningkatan volume fibroid pada penelitian ini sesungguhnya tidak perlu ditakutkan karena peningkatannya hanya kecil. Akan tetapi, bagi penderita fibroid yang menggunakan HRT kemudian ternyata fibroid-nya membesar, mengalami perdarahan, dianjurkan untuk menghentikan penggunaan HRT-nya.

e. Penggunaan pada wanita dengan sejarah kanker serviks
Tidak ada bukti bahwa kejadian kanker serviks akan meningkat dengan HRT.

f. Penggunaan pada wanita yang mempunyai resiko menderita kanker payudara
   Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pemakaian jangka panjang bagi pengguna HRT dapat sedikit meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Tetapi resiko-nya lebih kecil bila dibandingkan wanita menopause yang obesitas atau mengkonsumsi alkohol setiap hari.
Berdasarkan penelitian, wanita yang terserang kanker payudara ketika sedang menggunakan HRT, mempunyai resiko kematian yang lebih kecil karena dapat terdeteksi lebih dini dan mempercepat pertumbuhan tumor yang sudah ada sehingga sel-sel kanker-nya kurang agresif.

HRT tersedia dalam berbagai bentuk. Hal ini biasanya menyediakan dosis rendah satu atau lebih estrogen, dan sering juga menyediakan baik progesteron atau analog kimia, yang disebut progestin. Testosteron juga dapat dimasukkan. Pada wanita yang telah mengalami histerektomi , suatu senyawa estrogen biasanya diberikan tanpa progesteron apapun, terapi yang disebut sebagai "terapi estrogen terlindung". HRT dapat disampaikan ke tubuh melalui patch, tablet, krim, troches, IUD , cincin vagina , gel atau, lebih jarang, dengan suntikan. Dosis sering bervariasi siklis, dengan estrogen diambil harian dan progesteron atau progestin diambil selama sekitar dua minggu setiap bulan atau dua metode yang disebut "berurutan gabungan HRT" atau scHRT. Sebuah metode alternatif, dosis konstan dengan kedua jenis hormon diminum setiap hari, disebut "HRT gabungan terus menerus" atau ccHRT, dan merupakan inovasi yang lebih baru. Terkadang sebuah androgen , umumnya testosteron, ditambahkan untuk mengobati berkurang libido . Ini juga mungkin memperlakukan energi dan membantu mengurangi osteoporosis setelah menopause.
Dalam menimbang pro dan kontra perlu direnungkan bahwa meskipun terdapat kenaikan kejadian keganasan payudara akan tetapi penyakit jantung masih merupakan pembunuh wanita nomer satu

D. MANFAAT HRT

Terapi penggantian hormon, salah satu perawatan yang paling sering diresepkan di Amerika Serikat, dirancang untuk menggantikan hormon estrogen yang proses penuaan alami. Peneliti mengembangkan konsep terapi hormon pengganti pada pertengahan tahun 1960-an. HRT telah terbukti untuk meredakan gejala menopause dan melindungi terhadap resiko kesehatan yang berhubungan dengan menopause.
Obat Evista (raloxifene) adalah modulator reseptor estrogen selektif banyak digunakan untuk mencegah dan mengobati osteoporosis. Meskipun tidak estrogen atau hormon, itu memiliki beberapa sifat seperti estrogen, yang paling penting yang adalah kemampuannya untuk mengurangi kehilangan tulang dan meningkatkan kepadatan tulang (sehingga mencegah dan / atau meminimalkan osteoporosis). Ini tidak mempengaruhi payudara dan rahim estrogen tidak jalan, sehingga tidak menyebabkan kanker dari organ-organ, nyeri payudara, atau perdarahan vagina. Di sisi lain tidak meredakan gejala menopause, seperti hot flashes, baik.
Terapi hormon progesteron memang biasa diberikan untuk wanita yang mengalami keluhan amenore. Memang terapi hormon itu dianggap aman karena pasien akan selalu dipantau perkembangannya oleh Dokternya. Walau demikian, bukan berarti tidak akan ada efek samping dari pemberian hormon. Adapun efek samping dari pemberian progesteron, antara lain nafsu makan meningkat, berat badan bertambah, cepat lelah, depresi, libido berkurang, jerawat, lama haid berkurang, nyeri kepala, efek anabolik, perut kembung, sakit payudara, perubahan suasana hati dan jerawat. Kenyataannya, WHO sendiri tidak menganjurkan penggunaan terapi hormon dalam jangka waktu panjang.

E. RESIKO PENGGUNAAN HRT
PEREMPUAN yang melakukan terapi penggantian hormon atau hormone replacement therapy (HRT) sebelum masa menopuase (usia yang tak lagi mengalami haid) berisiko tinggi terkena kanker payudara. Peneliti dari Inggris mempublikasikan pernyataan itu dalam Journal on The National Cancer Institute baru-baru ini.
         Ilmuwan berasal dari Oxford University meneliti lebih dari  sejuta  perempuan   inggris. Hasilnya, perempuan yang menunggu lebih dari lima tahun untuk melakukan HRT berisiko lebih sedikit menderita kanker payudara. Bahkan, sebagian besar mereka tak menderita sama sekali. Tetapi, perempuan yang melakukan terapi saat memasuki menopause berisiko 43 persen lebih tinggi terkena penyakit tersebut.
Dr Valerie Beral mengatakan risiko itu terlihat pada berbagai jenis terapi hormonal, baik itu jangka pendek maupun panjang. Risiko itupun tak mengenal postur tubuh perempuan, entah mereka yang ramping ataupun kelebihan berat badan.
Temuan itu cocok dengan Women’s Health Initiative yang berbasis di AS. Sebelumnya, Women's Health Initiative menemukan perempuan yang melakukan HRT pada menopause memiliki risiko 41 persen lebih tinggi terkena kanker payudara. perhitungan itu dibandingkan dengan kaum hawa yang lebih memilih menunggu.
Risiko itu ternyata bisa menghilang. Penelitian lain menunjukkan bahwa tingkat kanker payudara turun secepat perempuan berhenti menggunakan HRT. Sebuah studi di Kanada menemukan tingkat kanker payudara di kalangan perempuan yang lebih tua turun 10 persen setelah tahun 2002.
Namun, peneliti dari Los Angeles BioMedical Research Institute, Rowan Chlebowski, menunjukkan kebalikannya terjadi pada penyakit jantung. Menurut doktor tersebut, perempuan yang melakukan HRT sebelum menopause justru berisiko rebdah terkena sakit jantung ketimbang wanita yang memulai terapi belakangan. Pendapat itu pun didukung Garnet Anderson dari Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson di Seattle.
Sebelum tahun 2002, dokter banyak meresepkan terapi penggantian hormon untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan osteoporosis. Dua penyakit itu kerap terjadi pada wanita yang telah melewati masa menopause.
Hasil studi WHI terapi penggantian hormon
Klinik praktek medis berubah dengan cepat dan secara dramatis dengan hasil dari dua paralel WHI penelitian HRT postmenopause. Sebelum studi jauh lebih kecil, dan juga banyak studi tentang perempuan yang electively mengambil hormon. Kelompok ini dipilih sendiri cenderung terdiri dari perempuan yang lebih sadar kesehatan, yang merupakan faktor yang mungkin dapat menjelaskan mengapa wanita cenderung lebih sehat dibanding rata-rata. Studi-studi WHI adalah besar pertama, double-blind , terkontrol plasebo klinis percobaan-HRT yang sehat, wanita postmenopause. The WHI estrogen-plus-progestin trial and trial estrogen sendiri berdua dihentikan lebih awal (pada bulan Juli 2002 dan Februari 2004) karena hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa risiko kesehatan dari kuda estrogen terkonjugasi dan progestin melebihi manfaat.
Laporan pertama pada progestin studi WHI estrogen-plus-berhenti keluar pada bulan Juli 2002. Ini diikuti lebih dari 16 000 wanita selama rata-rata 5,2 tahun, setengah dari yang mengambil plasebo , setengah lainnya mengambil PremPro, kombinasi dari progestin medroksiprogesteron asetat dan estrogen terkonjugasi kuda . Studi ini menemukan statistik signifikan kenaikan tingkat kanker payudara , penyakit jantung koroner , stroke dan emboli paru . Studi ini juga menemukan penurunan yang signifikan secara statistik pada tingkat patah tulang pinggul dan kanker kolorektal . "Setahun setelah studi itu dihentikan pada tahun 2002, sebuah artikel diterbitkan yang menunjukkan bahwa estrogen plus progestin juga meningkatkan risiko demensia." Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi HRT disajikan risiko yang melebihi diukur manfaatnya. Hasilnya hampir secara universal dilaporkan sebagai risiko dan masalah yang terkait dengan HRT secara umum, bukan dengan PremPro, kombinasi spesifik milik kuda estrogen konjugasi dan progestin dipelajari.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada kelompok PremPro studi bervariasi menurut umur dan tahun sejak onset menopause. Perempuan berusia 50 sampai 59 tahun menggunakan HRT menunjukkan kecenderungan kecil terhadap penurunan risiko penyakit jantung koroner, begitu pula wanita yang dalam waktu lima tahun dari onset menopause.
Hasil kardiovaskular buruk hanya dapat berlaku untuk dosis oral dengan progestin dan estrogen kuda di Prempro, sedangkan jenis lain HRT seperti topikal estradiol dan estriol mungkin tidak menghasilkan risiko yang sama. Hasil dari penelitian lain menunjukkan bahwa ketika estrogen diberikan secara oral, fungsi hati diubah dan risiko penggumpalan darah meningkat.
Hasil pendahuluan WHI pada tahun 2004 menemukan tren non-signifikan dalam klinis saja sidang-estrogen terhadap penurunan risiko kanker payudara  dan update 2006 menyimpulkan bahwa penggunaan-hanya HRT estrogen selama 7 tahun tidak meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita postmenopause yang telah mengalami histerektomi . Hasil dari estrogen sendiri percobaan WHI menunjukkan bahwa progestin digunakan dalam sidang estrogen-plus-progestin WHI meningkatkan risiko untuk kanker payudara di atas yang berhubungan dengan estrogen saja.
Setelah meningkat pembekuan ditemukan dalam hasil WHI pertama dilaporkan pada tahun 2002, sejumlah besar perempuan yang telah mengambil hak milik campuran estrogen dan progestin belajar kuda (Prempro) berhenti mengisi resep mereka. Jumlah resep Prempro penuh tiba-tiba dipotong hampir setengah. Sejumlah perempuan mulai mengambil alternatif untuk Prempro, seperti hormon bioidentik. Penurunan tajam pada tingkat kanker payudara diamati mengikuti perubahan, dan tetap stabil pada tahun-tahun berikutnya.
Temuan terbaru
Menurut presentasi 2007 dengan American Academy of Neurology pertemuan, terapi hormon diminum segera setelah menopause dapat membantu melindungi terhadap demensia, meskipun meningkatkan risiko penurunan mental pada wanita yang tidak mengambil obat sampai mereka lebih tua. risiko Demensia adalah 1% pada wanita yang memulai HRT awal, dan 1,7% pada wanita yang tidak, (wanita misalnya yang tidak bawa tampaknya memiliki-rata-rata-a 70% lebih tinggi risiko relatif demensia). Hal ini konsisten dengan penelitian bahwa terapi hormon meningkatkan dan perhatian proses eksekutif pada wanita postmenopause. [20] Hal ini juga didukung oleh penelitian pada monyet yang diberikan ovariectomies meniru pengaruh menopause dan kemudian terapi estrogen. Hal ini menunjukkan penggantian pengobatan dibandingkan monyet nontreated sudah jangka panjang meningkat prefrontal kemampuan eksekutif korteks pada tugas semacam kartu Wisconsin . [21]
Lain baru uji coba terkontrol secara acak menemukan HRT benar-benar dapat mencegah   perkembangan  penyakit jantung dan mengurangi kejadian serangan jantung pada
wanita antara 50 dan 59, tetapi tidak untuk wanita yang lebih tua. Mekanisme ini mungkin ada hubungannya dengan efek kontradiktif peningkatan kecenderungan untuk pembekuan, versus meningkatkan baik "baik" dan "buruk" kolesterol konsentrasi dalam darah (yang akan memiliki efek perlindungan). Tindak lanjuti penelitian sedang dilakukan yang dimaksudkan untuk mengkonfirmasi temuan ini. Peningkatan risiko kanker payudara tetap.
Dengan baik besar dirancang acak dikontrol persidangan baru-baru ini menunjukkan bahwa peningkatan risiko kanker payudara hanya berlaku untuk wanita-wanita yang mengambil analog progesteron (seperti yang dilakukan dalam WHI) tetapi bukan untuk orang progesteron mengambil sendiri.

Kontraindikasi HRT

kontraindikasi Relatif  HRT



Efek samping HRT
Gejala umum
Jarang gejala
DAFTAR PUSTAKA

http://www.indonesiaindonesia.com/f/13836-penggunaan-hormone-replacement-therapy/
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://en.wikipedia.org
http://www.pusatdunia.com/Pusat-Tips-Trik/kesehatan/terapi-penggantian-hormon-HRT-bisa-menyebabkan-kanker.html
http://juliuskurnia.wordpress.com/2008/04/23/terapi-hormon-untuk-wanita-menopause/



















No comments:

Post a Comment

Post a Comment